Siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka pasti Allah ganti dengan yg lebih baik

images5

Terdapat dalam suatu riwayat bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

من ترك شيئاً لله عوضه الله خيراً منه
“Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan mengganti baginya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia tinggalakan.”
Hadits dengan lafazh seperti ini menurut para ulama ahli hadits adalah dha’if, meskipun hadits ini sudah sangat populer dikalangan kaum muslimin. Akan tetapi terdapat riwayat lain yang semakna dengan hadits ini dengan redaksi yang berbeda, yaitu hadits dari Abu Qatadah dan Abu Dahma’; meraka berkat: kami datang kepada seseorang dari penduduk suku badui, kemudian kami bertanya kepadanya: apakah anda pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah?, dia menjawab: saya pernah mendengar dari Rasulullah bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan.”

(hadits riwayat Ahmad. Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini)

Dalam hadits ini terdapat tiga poin penting yang harus diperhatikan:

Pertama: perkataan beliau “Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu” ini menunjukan arti umum, mencakup segala sesuatu yang ditinggalakan karena allah, baik itu perkataan, maupun perbuatan.

Kedua : perkataan beliau “ Karena Allah”, dalam kalimat ini Rasulullah J menjelaskan bahwa perbutannya tersebut dalam meninggalkan sesuatu, harus didasari ikhlas karena Allah, karena hendak mencari wajah Allah, yaitu ridhaNya, bukan karena takut dari penguasa, atau karena malu dari orang, atau karena memang tidak mampu untuk melakukannya, atau karena yang lainnya.

Ketiga : pernyataan beliau “ Niscaya Allah akan menggantikan baginya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia tinggalakan tersebut”, kalimat ini menunjukan balasan yang akan ia dapatkan jika orang tersebut memenuhi syaratnya, yaitu ganti dari Allah bagi orang yang meninggalkan sesuatu karenaNya dengan sesuatu yang labih baik dan utama dari apa yang ia tinggalkan, dan ganti dari Allah tersebut bisa berupa dari jenis sesuatu yang ditinggalakan, atau mungkin juga dari jenis lainnya, seperti rasa  senang dan cinta pada Allah, ketenangan hati, kelapangan dada, dan hal ini akan berlaku bagi dunia dan akhiratnya, sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada seorang mu’min untuk senantiasa berdoa dengan doa:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka

Berkata Imam Qatadah as-Sadusi: “Tidaklah sesorang mampu untuk melakukan perbuatan haram, kemudian ia meninggalkan perbuatan tersebut karena takut pada Allah, kecuai Allah akan menggantikan baginya kebaikan di dunianya sebelum akhiratnya”.

Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah dari Rasulullah bersabda, Allah berfirman:

إِذَا أَرَادَ عَبْدِي أَنْ يَعْمَلَ سَيِّئَةً فَلَا تَكْتُبُوهَا عَلَيْهِ حَتَّى يَعْمَلَهَا فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا بِمِثْلِهَا وَإِنْ تَرَكَهَا مِنْ أَجْلِي فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ. (رواه البخاري، رقم: 7501)

Jika hamba-Ku hendak melakukan perbuatan buruk, maka janganlah engkau mencatatnya sebagai satu keburukan sampai dia melakukannya, apabila dia melakukannya, maka catatalah dengan semisal apa yang dia lakukan, dan apabila ia meninggalkannya karena (takut) Aku, maka catatlah sebagai satu kebaikan baginya. Apabila ia hendak melakukan kebaikan maka catatlah hal itu sebagai satu kebaikan baginya, dan bila ia mengerjakannya maka catatlah baginya dengan sepuluh kali lipat kebaikan yang semisal dengannya samapai tujuh ratus kali lipat.

Adapun contoh yang menjelaskan besarnya ganti yang Allah berikan bagi hamba-Nya sangatlah banyak, diantaranya:

(1) Nabi dan para sahabatnya, ketika mereka berhijrah ke-madinah, dan meninggalkan rumah-rumah dan harta-harta mereka karena Allah, maka Allah pun mengganti bagi mereka dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang mereka tinggalkan, Allah jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin dunia, Allah tundukan bagi mereka persia dan romawi, yang mana mereka adalah dua kerajaan yang sangat adidaya pada masa itu, Allah buka bagi kaum muslimin perbendaharaan harta persia dan romawi, Allah berikan kekuasaan pada kaum muslimin untuk menundukan raja-raja yang diktator, belum lagi kebaikan akherat yang telah Allah siapkan bagi mereka, surga yang sangat indah, yang dipenuhi dengan segala kenikmatan yang diinginkan manusia, makanan, buah-buahan, bidadari-bidadari yang sangat cantik jelita dll. Maka merkapun bersyukur dan tidak kufur, berendah diri dan tidak sombong, menghukum dengan cara yang adil diantara manusia, Allah berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Marilah sejenak kita merenungi sebuah kisah dari salah seorang muhajirin ketika ia hendak berhijrah meningalkan kota mekah menuju madinah, yang mana al-Habib al-Musthafa Rasulullah J berada disana. Beliau adalah Shuhaib ar-Rumi ra. Ketika beliau hijrah, orang-orang musyrik makah mengejarnya, maka beliau pun menyaipkan wadah anak panahnya, dan mengeluarkan 40 anak panah, kemudian beliau berkata: “tidaklah kalian mampu mendekatiku kecuali pasti aku akan menyarangkan panah-panah ini pada tubuh kalian, setelah itu aku akan mencabut pedangku, kalian semua tahu bahwa aku adalah orang yang punya, dan aku telah meninggalkan di makah dua perti harta, dan itu untuk kalian, denan syarat kalian biarkan aku pergi, akhirnya orang-orang mekah pun kembali kemakah, dan membiarkan shuhaib untuk melanjutkan perjalanan kemadinah, kemudian setelah kejadian itu turunlah firman Allah kepada Nabi:

َوَمِن النَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَاللهُ رَؤوفُ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang (menjual) mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (QS 2:207)

Ketika nabi melihat Shuhaib, beliau berkata kepadanya: “wahai abu yahya (kunyah dari shuhaib) sungguh perdagangan yang sangat menguntungkan,” kemudian Nabi membaca ayat tersebut.

(2) Kisah yang lain tentang orang-orang yang telah mendapatkan ganti yang baik dari Allah karena mereka telah meninggalkan sesuatu yang dilarang karena Allah, adalah kisah Nabiyullah Yusuf, telah datang padanya berbagai macam godaan, rayuan dari wanita cantik Dzulaikha, wanita yang memiliki segalanya, wanita yang memiliki segala apa yang diinginkan oleh laki-laki pada umumnya, kecantikan, kekayaan, nasab, dll. Ketika ia jatuh cinta pada yusuf, padahal waktu itu dia bersetatus sebagai istri orang lain, raja mesir, ia merayu yusuf dengan berbagi rayuan, agar yusuf mau melayani hawa nafsunya, maka nabi yusuf pun menolaknya, dan berlindung pada Allah dari godaannya, dia tinggalkan dan tidak pedulikan dzulaikha karena takut pada Allah, bahkan ketika fitnah dan godaan itu semakin berat, ia pun lebih memilih untuk masuk penjara, maka karena kesabarnya tersebut dalam meninggalkan sesuatu yang dilarang karena Allah, Allah pun berikan baginya ganti yang lebih baik dari apa yang ia tinggalkan, Allah mengajarinya takwil mimpi, mengangkatnya menjadi nabi, dan pemimpin dimesir, sungguh dia adalah sebaik-baik hamba, dan imbalan itu adalah sebaik-baik imbalan, Allah berfirman:

 قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِينَ{33} فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kemudian Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ مَكَّنِّا لِيُوسُفَ فِي الأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَاء وَلاَ نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju kemana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (QS Yusuf: 56)

*sumber: farisandalusia.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s