Ukurlah dengan Iman

bulanpurnama
oleh : Ust. Muhammad Nursani.

“Apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku, Jika mereka memenjarakanku maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke Suatu tempat yang jauh maka itu adalah masa pengembaraan bagiku. Jika mereka membunuhku, itu Adalah kematian yang semoga menjadikanku sebagai syahid. ” (Ibnu Taimiyah)

Bagaimana seseorang mengarungi hidup jika tanpa iman? Kesibukan, bagi orang yang tak memiliki iman, adalah menapaki keinginan yang tak pernah selesai. Menjalani waktu, sejak pagi, siang, petang, malam hingga bertemu pagi kembali, bagi orang yang tak memiliki iman, adalah ibarat mengarungi belantara hutan yang tak pernah ada ujungnya, atau menyeberangi lautan luas yang tak pernah bertepi. Mereka terus bergelut dengan ambisi, memenuhi keinginan nafsu, sementara itu semua tidak pernah membuat lapar dan dahaganya berkurang.

Wajar, jika tak sedikit orang yang merasa lelah menjalani hidup. Ya, mereka lelah karena ternyata seluruh keringat, pikiran dan usahanya tak pernah membuatnya merasa cukup. Semakin banyak usaha yang diperoleh, semakin tinggi tuntutan untuk memperoleh yang lebih banyak. Peluh yang menetes temyata hanya memberi kepuasan yang makin membakar nafsu untuk mendapatkan yang lebih besar. Lalu setelah itu, jatuh bangun lagi, bertarung demi ambisi lagi, mengejar dan memenuhi nafsu lagi, untuk keinginan yang tak ada habisnya.
Baca lebih lanjut

Ummu Hakim binti al-Harits

Nama lengkapnya adalah Ummu Hakim binti al-Harits bin Hisyam bin Mughirah al-Makhzumiyah. Beliau adalah putri dari saudaranya Abu Jahal Amru bin Hisyam yang menjadi musuh Allah dan Rasul-Nya. Adapun ibu beliau bernama Fathimah binti al-Walid.

Sesungguhnya Ummu Hakim diberi nikmat berupa akal yang cemerlang dan hikmah yang fasih. Ayahanda beliau yakni al-Haris menikahkan beliau pada masa jahiliyah dengan putra pamannya yaitu Ikrimah bin Abu Jahal yang mana dia adalah salah seorang dari orang-orang yang telah diumumkan Rasulullah untuk dibunuh. Ketika kaum muslimin mendapat kemenangan dan kota Mekah telah dibuka, Ikrimah bin Abu Jahal melarikan diri ke Yaman, karena dia mendengar ancaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapnya.

Manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, masuk Islamlah al-Haris bin Hisyam dan juga putrinya yaitu Ummu Hakim dan baguslah keislamannya. Ummu Hakim termasuk wanita yang berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia merasakan manisnya iman yang telah memenuhi kalbunya, sehingga kemudian ia ingin agar orang yang paling dia cintai dan paling dekat dengannya yaitu suaminya, Ikrimah bin Abu Jahal, merasakan manisnya iman sebagaimana yang beliau rasakan.

Baca lebih lanjut

Siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka pasti Allah ganti dengan yg lebih baik

images5

Terdapat dalam suatu riwayat bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

من ترك شيئاً لله عوضه الله خيراً منه
“Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan mengganti baginya dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia tinggalakan.”
Hadits dengan lafazh seperti ini menurut para ulama ahli hadits adalah dha’if, meskipun hadits ini sudah sangat populer dikalangan kaum muslimin. Akan tetapi terdapat riwayat lain yang semakna dengan hadits ini dengan redaksi yang berbeda, yaitu hadits dari Abu Qatadah dan Abu Dahma’; meraka berkat: kami datang kepada seseorang dari penduduk suku badui, kemudian kami bertanya kepadanya: apakah anda pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah?, dia menjawab: saya pernah mendengar dari Rasulullah bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan.”

(hadits riwayat Ahmad. Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini)

Baca lebih lanjut

Ini Agama Bukan Toilet (Umum)

unduhan

Oleh Dinar Zul Akbar

Bicara tentang toilet sebentar. Tapi bukan tentang toilet yang di DPR yang 2 M itu. Kita bahas tentang toliet umum dan agama. Lho apa hubungannya?? Yang jelas ada walaupun mungkin gak banyak juga. Kan udah dibilang tadi cuman sebentar.

Sadar gak sadar kebanyakan orang menyamakan agama dengan toilet umum. Suatu hal yang pokoknya dianggap gak layak untuk diperbincangkan. Bedanya kalo manusia menutup hidung ketika masuk toilet, tapi kalo dalam urusan agama mereka malah nutup kuping.

Baca lebih lanjut

Jangan Membantu setan, Jagalah persatuan

IMG00217Nabi yang penyayang shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah (kaum muslimin) yang sholat di Jazirah Arab, akan tetapi dia belum putus asa untuk memecah belah di antara mereka.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]

Baca lebih lanjut

Merajut benang-benang cinta…

 

Dimanakah… Entah dimanakah cinta itu bersembunyi. Bagai sebuah harmoni keluarga, namun sapaan tak pernah menyentuh hati, lalu egois, tinggi hati, merambat perlahan meracuni, tak sadar diri, hilang rasa empati

Menyatu dalam perbedaan memang tak mudah, merajut benang cinta dalam sebuah jama’ah kadang melelahkan jiwa. Letih, dan putus asa kadang menerpa, eksploitasi potensi pun dirasa, membuyarkan semua impian-impian indah tentang ukhuwah dan kebersamaan. Padahal sungguh dahsyat, bahkan teramat dahsyat potensi yang dimiliki setiap jiwa, namun pupus saat disatukan. Orang-orang hebat, sholeh dan pintar yang mestinya menyatu dalam rajutan benang cinta, namun bak benang-benang kusut saat dirajut, tak ada keindahan saat mata menatap, hanya membuat hati menjadi lara.

Baca lebih lanjut

MACAM-MACAM HATI DAN KRITERIANYA

hatiHubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta diatas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah pengendali dan sekaligus sebagai pemberi komando terdepan yang setiap anggota tubuh berada di bawah kekuasaannya. i hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladanannya, baik dalam ketaatan atau penyimpangan. Organ-organ tubuh lainnya selalu mengikuti dan patuh dalam setiap keputusan.

Baca lebih lanjut